Senin, 10 Juni 2013

Heboh! Benarkah Doraemon Adalah Hasil Perkawinan Genderuwo dan Kuntil Anak.

Heboh! Benarkah Doraemon Adalah Hasil Perkawinan Genderuwo dan Kuntil Anak.






Siapa yang tidak kenal dengan doraemon, tokoh flim kartun dari jepang yang sangat populer di era 90an dan kini baru terungkap berkat kegigihan penyelidikan yang pantang menyerah oleh salah satu wartawan beritangibul.com yaitu bung Emon sebenarnya doraemon berasal dari alam gaib, yaitu hasil perkawinan atara Genderuwo dan Kutil anak.

Tidak hanya sampai di situ bung Emon yang telah melakukan kontak batin dengan kedua orang tua Doraemon, berikut petikan percakapan yang berhasil di rangkum,

“’’ Wartawan : Om genderuwo, Kami mendapatkan kabar burung, apa benar ada adalah Bapak kandung dari Doraemon.
Gendrowo : Ehmmm... Wah betul itu mas wartawan, btw burung siapa yang kasih kabar?
Emon:Ah... burung Om genderuwo sendiri yang kasih kabar?
Gendrowo: Ah mas wartawan lebay deh..
Emon : Jadi bener Doraemon itu anak Om, lantas siapa ibu nya?
Gendrowo: Honey... sini deh....
Kutilanak : Hihiiiiiiiii Hiiiiiii.... Hohoooooo ada apa babe?
Gendrowo : Gini lo hon.. ada wartawan yang sok tau tanyain siapa ibunya Doraemon?
Kutilanak : Papi gimana sih....
Wartawan : bengong.......
Genderowo :hmmm.... tanda kutip Batuk-batuk...
Wartawan : Jadi benar Doraemon itu berasal dari alam gaib? Pantesan punya kantong ajaib.
Kuntilanak : Gi ni lo nak ( panggil mas wartawan ) sebernya bukan doraemon, tapi anak kita itu .. ya kamu yang namanya Emon.
Wartawan : Hahhhhhh............(Syoook berat.) “’

Sampai berita ini di terbitkan mas wartawan masih syoook dan masih terbaring lemas di UGD(unit genderwo doonk....lha wong Emon anaknya genderuwo gitu loe),  rumah sakit dokter Solihin dan masih ditangani oleh tim medis yang belum terakreditasi dan di rawat oleh suster ngesot yang belum disertifikasi oleh bapak lurah setempat, sedangkan Om gendrowo sibuk nyariin burungnya.Rupanya Om gendruwo tidak meyadari jika burungnya sendiri yang menyebabkan tante Kunti melahirkan Emon.




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More